Senin, 09 Mei 2011

Kesenian Longser Payung di Rumentang Siang

Dari : detikBandung
detikcom -
Bandung,
Kesenian
Longser
Sunda saat
ini memang
jarang
dipertontonkan. Longser adalah
salah satu jenis teater rakyat tatar
sunda. Pertunjukan longser
biasanya memainkan sebuah lakon
yang diambil dari kehidupan sehari
hari seperti perkawinan,
pertengkaran, perceraian, dan
percintaan.
Seperti pada pertunjukkan longser
dengan tajuk 'Payung Butut' yang
digelar oleh Sanggar Mahasiswa
Bahasa Sunda (Sambada)
Universitas Pendidikan Indonesia
(UPI) di Rumentang Siang, Rabu
(27/4/2011). Lakon yang dimainkan
diangkat dari sebuah novel karya
Ahmad Bakri dengan judul novel
serupa.
Longser tersebut mengisahkan
tentang kehidupan percintaan dua
insan manusia yang terhalang
karena kesombongan seorang ayah
dari pihak perempuan yang
mengaku berasal dari kalangan
ningrat. Padahal sama sekali tidak
ada darah ningrat.
"Jadi judul Payung Butut itu
menceritakan jangan suka sombong
ngaku-ngaku kepunyaan orang
lain. Seperti di cerita ini yang
menyombongkan bahwa dia
keturunan ningrat, padahal bukan,"
ujar Fahmi Capung sebagai
pimpinan produksi Pagelaran
Longser 'Payung Butut'. Dipilih
lakon 'Payung Butut' sendiri karena
permasalahan yang diangkat dalam
cerita tersebut identik dengan
permasalahan yang sering dialami
kalangan remaja.
Pertunjukkan yang berdurasi
sekitar 1,5 jam ini dibuka dengan
penampilan rampak sajak sunda.
Dilanjutkan dengan tarian
jaipongan sebagai pembuka acara
longser. Ada 16 orang pemain yang
ikut dalam pertunjukkan ini.
Para pemain cukup pintar
mengocok perut penonton dengan
bodoran khas sunda. Hampir setiap
tokoh mempunyai karakter dan
keunikan masing-masing untuk
menyihir penonton. Pertunjukkan
longser ini juga semakin menarik
karena diiringi oleh alunan musik
gamelan dan sinden.
Fahmi mengaku biasanya pagelaran
longser digelar di kalangan interen.
Untuk yang pertama kalinya
Sambada menggelar pertunjukkan
di luar kampus, yakni di Gedung
Rumentang Siang. Ia berharap agar
masyarakat terutama pelajar yang
menonton longser ini untuk
melestarikan kesenian longser.
"Kalau melestarikan tidak dibantu
dengan kesadaran masyarakat
sendiri itu sulit. Makanya kita ajak
para pelajar untuk menonton teater
ini," harapnya

--
Zimocx Te@ ^^