Minggu, 13 Januari 2013

Hafshary Thanial Dinoto

Nama Lengkap : dr. Hafshary Thanial Dinoto

Nama Panggilan : Hafshary

Tempat/Tanggal Lahir : Palembang, 30 Juli 1988

Nama Ayah : Yulizar Dinoto, SH

Nama Ibu : Ir. Hj. Ernila Rizar, MM

Anak ke : 1 dari 3 bersaudara

Pendidikan Terakhir : S1 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Tinggi/Berat : 165 cm/50 kg

Hobby : Membaca dan traveling

Film favorit : Pretty Woman dan Gone With the Wind

Filmografi:

1. Gending Sriwijaya

Muda, cantik dan pintar, mungkin itulah gambaran yang pas untuk mengambarkan sosok dr. Hafshary Thanial Dinoto. Di usianya yang masih 24 tahun saat ini, Hafshary sudah berhasil meraih berbagai prestasi bergengsi mulai dari ajang pemilihan Puteri Sumatera Selatan 2010, gelar sarjana kedokteran yang sudah dicapai sejak tahun 2011 dan terlibat dalam proyek film besar berjudul Gending Sriwijaya .
Ketertarikan Hafshary di dunia seni sebenarnya sudah mulai muncul sejak masih kanak-kanak. Ia mengaku bukan tipe yang senang berada di belakang layar dan haus akan tampil di depan orang banyak mulai pertunjukkan seni tari hingga presenter. Bagi Hafshary dunia seni sangatlah berwarna dan jauh berbeda dari ilmu kedokteran.
Debut berakting Hafshary di layar lebar terasa spesial lantaran di film Gending Sriwijaya ia beradu akting dengan artis-artis senior seperti Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, Mathias Muchus, Agus Kuncoro, Sahrul Gunawan dan Julia Perez, serta diarahkan oleh sutradara ternama sekelas Hanung Bramantyo.
"Rasanya kadang masih nggak percaya kalau itu saya yang ada di layar segede itu. Dulu awalnya cuma bercanda jadi artis tapi Alhamdulilah talenta saya bisa digali disini. Saya banyak dapat arahan dari mas Hanung. Bahkan saya juga sempet kena omelan karena ekspresinya dianggap nggak dapat, tapisaya bersyukur bukannya malah sakit hati karena omelan itu memacu saya untuk bisa berakting lebih baik lagi. Saya berharap bisa main lagi sama mas Hanung di film berikutnya," ujar Hafshary saat ditemui Cinema 21 di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.
Di film Gending Sriwijaya , Hafshary berperan sebagai Dang Wangi yang terpaksa menjadi istri dari raja Awang Kencana (Agus Kuncoro), setelah kekasihnya Purnama Kelana (Syahrul Gunawan) menjadi korban fitnah dan dijebloskan ke penjara. Tak dipungkiri bermain dengan artis-artis besar membuat anak pertama dari pasangan Yulizar Dinoto dan Ernila Rizar ini merasa grogi. Terlebih lagi ini adalah film perdananya dan merupakan aktris baru yang merantau dari Palembang.
"Tentunya grogi banget karena ini pertama kali datang ke Jakarta saya diem aja. Liat situasi dulu aja dan menyesuaikan diri kala itu. Untungnya orang-orangnya baik-baik banget dan saling mengajarkan, apalagi mas Agus Kuncoro karena saya kan lebih banyak lawan main sama dia," pungkas Hafshary.
Kesibukannya sebagai seorang dokter di Palembang, ternyata tidak menyurutkan niatnya untuk terus menekuni dunia seni peran. Apalagi cewek yang gemar membaca dan traveling ini mendapat dukungan penuh dari keluarga sekaligus sang suami yang juga berprofesi sebagai dokter.
Meskipun Hafshary sangat mencintai dunia seni peran, tapi ia tidak ingin meninggalkan profesinya sebagai seorang dokter. "Dunia seni peran itu bisa membuat saya menjadi orang lain dan selalu bikin penasaran. Tapi saya nggak mau meninggalkan profesi utama saya sebagai dokter," tegasnya.
"Pada intinya saya melihat kedepannyasaja nanti. Saya lihat respon masyarakat lewat film ini karena saya nggak bisa menilai diri sendiri. Semua kepercayaan dari keluarga dan suami saya ingin manfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan kualitas berakting saya dengan cara belajar sendiri di rumah dan sebagainya. Kalau keduanya bisa berjalan beriringan kenapa tidak saya jalankan dua-duanya(dokter dan berakting)," tutupnya.