Senin, 28 Januari 2013

Prabu Siliwangi wafat di Gunung Salak?

Bagi masyarakat Jawa Barat, Prabu Siliwangi adalah legenda. Sejarah rajaPajajaran ini berbaur dengan mitos dan legenda. Di Gunung Salak, juga dipercaya ada makam Prabu Siliwangi. Benarkah Prabu Siliwangi wafat di Gunung Salak?

"Sebenarnya belum tentu. Makam Prabu Siliwangi ada juga di beberapa tempat. Di Leuweung Sancang, Garut,ada. Di daerah Kawali, Ciamis juga ada. Di Gunung Tampomas, Sumedang juga ada," ujar Wawan Tarniwan, seorang aktivis lingkungan dan budaya Sunda saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (14/5).

Wawan menambahkan, di mana Prabu Siliwangi tewas memang menjadi misteri. Setelah terdesak oleh Kian Santang, putranya sendiri yang masuk Islam, Siliwangi memangterus berpindah-pindah. Konon di Leuweung Sancang pasukannya terdesak oleh pasukan Kian Santang.

"Ada yang percaya juga Siliwangi berubah menjadi harimau loreng. Itu sebabnya Siliwangi identik dengan harimau," jelas Wawan.

Menurutnya banyaknya versi ini karena Orang Sunda begitu menghormati leluhurnya. Setiap tanah yang dikeramatkan selalu dikaitkan dengan Prabu Siliwangi.

Prabu Siliwangi bergelar Sri Baduga Maharaja. Dia memerintah Pajajaran sekitar tahun 1482–1521. Siliwangi dikenal sebagai raja yang mencintai rakyatnya. Dia meminta agar pajak hasil bumi tidak memberatkan rakyat. Dia juga mengatur pemerintahan dengan cukup baik sehingga Pajajaran disegani. Kekuasan Siliwangi dan Pajajaran meredup seiring dengan masuknya Islam ke Nusantara. Bahkan keluarga dan anaknya pun masuk Islam.

Kisah soal terdesaknya Siliwangi olehajaran Islam dilukiskan dalam syair kuno dalam bahasa Sunda. Berikut bunyinya:

"Purbatisi purbajati, mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit. Suka kreta tang lor kidul kulon wetan kena kreta rasa. Tan kreta ja lakibi dina urang reya, ja loba di sanghiyang siksa".

(Ajaran dari leluhur dijunjung tinggi sehingga tidak akan kedatangan musuh, baik berupa laskar maupun penyakit batin. Senang sejahtera di utara, barat dan timur. Yang tidak merasa sejahtera hanyalah rumah tangga orang banyak yang serakah akan ajaran agama).