Sabtu, 26 Januari 2013

Sekilas Perjalanan Hidup A. rafiq


Indonesia baru saja kehilangan salah satu legenda
dangdut Achmad Rafiq atau
yang dikenal dengan A. Rafiq
menghembuskan nafas yang
terakhir pada Sabtu, 19 Januari
2013 di Rumah Sakit Medistra karena serangan jantung. Banyak diantara kita mungkin
yang belum tahu tentang
perjalanan kariernya, berikut
langkah sang legenda itu
memulai kariernya: A Rafiq mulai menjalani karir
bermusiknya pada tahun 1950an
di Semarang. Pada awal karirnya
ini, Rifiq mulai membawakan
lagu-lagu milik penyanyi Elvis
Presley. Namun disisi lain, Rafiq juga menyukai film India yang
masuk ke Indonesia pada tahun
1952. Pada tahun 1960an, Rafiq hijrah
ke Surabaya dan mulai serius
dengan karir musiknya. Sembilan
tahun kemudian, dia bergabung
dengan Orkes Kemala Ria
pimpinan A.Kadir. A.Kadir terntara sangat menyukai Rifiq
yang pandai menyanyi,
menciptakan lagu dan menabuh
gendang. Rafiq kemudian merekam
suaranya yang merdu di Studio
Lokananta, Solo. Saat itu, lagu
yang menjadi hits-nya adalah
“Insjaflah” yang masuk dalam
album kelima A.Kadir/ Om Sinar Kemala yang dirilis pada tahun
1969. Tahun 1970, Rafiq akhirnya
menetap di Jakarta. Rafiq
kemudian meramu unsur fisik
dan visual dramatik ke lagu
dangdutnya. Selain itu dia juga
memadukan tarian di film India, silat Mandarin, tari Zapin serta
gaya rock n’roll dalam aksi
panggungnya. Rafiq juga diketahui meminjam
melodi lagu “India Cheda Mere
Dil Ne” dari film Nagli (1962)
untuk lagu “Pandangan
Pertama”. Lagu ini pun meledak
di tahun 1977 dan banyak dinyanyikan oleh musisi lain. Lagu "Pengalaman Pertama"
milik Rafiq didaur ulang oleh
Chrisye pada 2002 yang masuk
dalam album Dekade. Lalu grup
rock Slank juga membawakan
kembali "Pengalaman Pertama" yang jadi soundtrack film Get
Merried. Rafiq lalu mendulang sukses lagi
pada lagu “Pengalaman
Pertama”. Album-albumnya di
era 1970-1980an laku keras
dipasaran. Sampai tahun 1990,
Rafiq pun tetap digemari oleh masyarakat, bahkan album
kompinasinya tetap diminati. A
Rafiq tentu saja memiliki
kontribusi yang cukup besar bagi
musik dangdut di Indonesia.
Tidak sedikit juga penyanyi lain yang mengikuti gayanya.

A Rafiq Berzikir Sebelum Meninggal

Sepanjang masa hidupnya,
seniman dangdut A Rafiq
dikenal sebagai orang yang taat
beragama. Begitu juga di mata
anak kedelapannya, Farabi El
Fouz, yang menilai bahwa sang ayah sama sekali tak pernah
lepas mengucap zikir hingga
ajal menjemputnya. "Jadi Papa tadi berzikir. Beliau
memang senang sekali zikir
asmaul husna, dia sering
berzikir dari pagi sampai sore,"
ungkap Farabi saat ditemui di
kediaman A Rafiq, Jalan Rumah Tahanan Militer, Kelapa Dua,
Depok, Jawa Barat, Sabtu
(19/1/2013). Biasanya, lanjut Farabi, kalau
Rafiq sudah khusuk berzikir, tak
ada satu pun pihak keluarga
yang berani mengusiknya. "Kalau Papa lagi berzikir, kami
enggak berani ganggu," ujar
Farabi. Begitu pula ketika dalam
perawatan di rumah sakit,
dalam kondisi kesehatan yang
terus menurun A Rafiq terus
melafalkan zikir hingga monitor
jantung berbunyi sebagai tanda detak jantung mulai melemah
atau berhenti. "Papa terus berzikir sampai
akhirnya monitor berbunyi,"
kata Farabi. Farabi mencoba menguatkan
diri setelah dokter resmi
menyatakan bahwa A Rafiq
telah meninggal dunia. "Kami
sebetulnya sangat kaget sekali
dengan adanya berita ini, tapi Papa selalu berpesan bahwa
yang kekal adalah Allah. Papa
juga enggak banyak berpesan,
kalaupun berpesan sama
seperti dulu, hanya meminta
anak-anak jaga shalat dan belajar," ungkap Farabi.