Kamis, 21 Februari 2013

Persaingan Babak Lima Besar Semakin Ketat

MEMASUKI babak lima besar, persaingan finalis Puteri Indonesia 2013 pun semakin ketat. Apalagipada sesi ini, pertanyaan memang langsung diberikan oleh para dewan juri.

Kesempatan pertama diberikan oleh finalis asal Kalimantan Barat. Saat itu, gadis cantik ini diberi pertanyaan dari Liliana Tanoesoedibjo tentang keterkaitan perilaku dengan kehidupan sosial seseorang.



"Aku percaya perilaku yang baik juga bisa mempengaruhi hubungan seseorang. Sebab, itu berkaitan dengan rasa hormat mereka. Jika ingindihormati, maka lakukan itu pada orang lain juga," tegas.



Sementara finalis kedua dari Jawa Barat, Shinta Safira juga tak kalah menarik kala menjawab pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan generasi muda terhadap diberlakukannya Asean-China free trade area , agar Indonesia tidakmenjadi pasar produk dari negara tetangga.



"Kita harus mencintai produk Indonesia karena seperti yang kita tahu Indonesia punya banyak kekayaan alam yang bisa dibuat dan digunakan. Jadi, kita harus mulai menggunakan dan membuatnya untuk masyarakat Indonesia," ujarnya.



Sedangkan Claudia finalis dari Sulawesi Tenggara menjawab pertanyaan dari Harry Dharsono mengenai hukuman untuk para koruptor agar jera.



"Hukuman mati karena tidak ada lagi mengikuti jejak para koruptor, sehingga akan mengurangi kepadatan penduduk, sehingga tidak ada lagi yang namanya koruptor," jawabnya.



Selanjutnya, pertanyaan dari Ms Noor Travick diberikan pada Yemima finalis asal Sumatera Utara. Gadis cantik ini pun juga tak kalah memukau saat ditanya tentang pentingnya menjaga hutan di Indonesia.



"Indonesia memiliki banyak hutan yang merupakan kekayaan alam. Jadi, itulah kenapa kita harus melindunginya," tuturnya.



Dan terakhir finalis Jawa Tengah, Jovita Dwijayanti juga mampu menjawab pertanyaan dari Ferry Salim tentang pentingnya hak anak



"Hak anak itu sangat penting, karena itu titipan Tuhan. Jadi, sudah selayaknya mereka diberikan hak itu," tutupnya.[okezone]