Senin, 18 Februari 2013

Biografi Teten Masduki

Teten Masduki adalah salah satu Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Periode 2013-2017 yang mendampingi Rieke Diah Pitaloka pada pemilihan daerah Jawa Barat yang akan berlangsung pada bulan Februari 2013. Untuk lebih jauh mengenal sosok Teten Masduki , silahkan simak selengkapnya berikut ini.

Profil dan Biografi Teten Masduki.


Teten Masduki adalah pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963 Teten dikenal sebagai seorang aktivis anti korupsi di Indonesia ini, dan mempunyai latar belakang pendidikan Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987) dan Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989).

Karir:

- Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)

- Kepala Litbang Serikat Buruh Merdeka Setiakawan (1989-1990)

- Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI; 1990-2000)

- Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1992-1993)

- Koordinator Konsorsium Pembaruan Hukum Perburuhan (1996-1998)

- Ketua Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (1998-sekarang)

- Anggota Ombudsman Nasional (2000 – sekarang)

Penghargaan:

- Suardi Tasrif Award 1999

- Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000

- Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005

Ikon Aktivis Antikorupsi

Teten Masduki , Koordinator Indonesia Corruption Watch mendapat penghargaan Ramon Magsaysay 2005 dari Yayasan Magsaysay, Filipina, atas perjuangannya dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Penyerahan penghargaan dilakukan di Manila 29 Agustus 2005 . Sebelumnya, aktivis antikorupsi itu telah pernah mendapat penghargaan Suardi Tasrif Award 1999 dan Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000.

Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963, itu mengaku agak surprise mendapat penghargaan itu lantaran merasa apa yang dilakukan selama ini tidak ada yang luar biasa. Menurutnya, apa yang dilakukan sebenarnya memang sudah seharusnya dilakukan, mengingat korupsi di Indonesia sudah sedemikian parah dan menimbulkan problem yang hingga kini sulit diberantas.

Dia memang salah seorang yang pantasdijuluki sebagai ikon aktivis anti korupsi di Indonesia. Kendati berbagai isu miring juga terkadang mewarnai aktivitasnya. Namanya mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan BJ Habibie. Gebrakannya melalui ICW itu memaksa Andi Ghalib turun dari jabatannya. Berkat keberaniannya mengungkap kasus itu, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Suami Suzana Ramadhani, ini pun terusmenggelorakan gerakan anti korupsi hingga terpilih sebagai penerima Penghargaan Magsaysay untuk kategori pelayanan publik, 2005 . Dia menerima penghargaan itu bersama seorang tokoh dari India.

Teten mengakui, penghargaan tersebutmemberikan energi baru baginya dalambergelut di dunia pemberantasan korupsi. Penghargaan ini semakin memperteguh keyakinannya bahwa langkah yang mereka lakukan selama ini meskipun belum membuahkan banyak hasil, tetapi sudah dihargai.

Sebelum Teten Masduki , Yayasan Ramon Magsaysay telah memberikan penghargaan kepada 16 warga negara Indonesia, antara lain Nafsiah (dokter), Mochtar Lubis (wartawan), Ali Sadikin (mantan Gubernur DKI Jakarta), HB Yasin (sastrawan), Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI), Pramoedya Ananta Toer (pengarang), Atmakusumah Astraatmadja (tokoh pers), dan Dita Indah Sari (aktivis buruh).

Teten adalah anak seorang petani, ayahnya Masduki dan ibunya Ena Hindasyah. Dia dibesarkan dalam kesederhanaan hidup di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Ayahnya sering berpesan agar ia jangan jadi pegawai negeri atau tentara. Pendidikan SD sampai SMA berjalan apa adanya tanpa perhatian khusus dari kedua orang tuanya. Semula ia bercita-cita menjadi insinyur pertanian. Namun akhirnya, iakuliah di jurusan kimia IKIP Bandung.

Tapi perhatiannya terhadap masalah-masalah sosial sangat menonjol. Bahkan sejak SMA hingga saat kuliah, ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari masalah sosial.

Sejak 1985, Teten mulai terjun di dunia aktivis. Pertama kali dia ikut aksi demontrasi membela petani Garut yangtanahnya dirampas. Kemudian setelah menyelesaikan pendidikannya dari IKIP,dia direkrut LSM informasi dan studi hak asasi manusia. Dia memulai aktivitasnya sebagai staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989).

Kemudian dia menjabat Kepala Litbang Serikat Buruh Merdeka Setiakawan (1989-1990). Dari sana, dia beranjak menjabat Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (1990-2000). Ketika itu dia makin banyak berhubungan dengan buruh. Apalagi pada saat yang bersamaan, dia juga aktif sebagai Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1992-1993) dan Koordinator Konsorsium Pembaruan Hukum Perburuhan (1996-1998).

Kemudian pada era reformasi, Teten aktif sebagai Koordinator Indonesia Corruption Watch (1998-sekarang). Keterlibatannya di ICW didorong kegeramannya melihat merajalelanya korupsi di negeri ini. Dia pun telah mengungkap berbagai kasus korupsi. Diawali dugaan kasus suap Andi M Ghalib.

Profil dan Biografi Teten Masduki.

Demikian informasi yang bisa kita berikan kepada anda semua, semoga pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat bisa terlaksana dengan kondusif dan aman. Doremiplay.com