Selasa, 05 Februari 2013

Petani Teh Arab Menjerit

DAUNNYA hijau berbentuk oval dan berbatang merah. Rasanya kelat, pahit, agak getir, namun meninggalkan rasa manis sesudahnya. Tanaman ini terhampar luas di kawasan RT 01 RW 05, JalanPasir Tugu, Kampung Impres, Kelurahan Desa Ciebereum, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Ghat alias 'Teh Arab'. Demikian warga Cisarua mengenalnya. Ada dua jenis tanaman yang dikonsumsi pucuk daunnya ini. Ghat Ahmar, yang berbatang merah dan Ghat Ahdor yang batangnyahijau.

Warga mengenalnya sebagai teh jenis tertentu yang harga cukup menggiurkan. Namun, tak banyak dari mereka yang mengetahui kandungankimiawi teh ini. Hingga belakangan, tanaman ini diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN). Tumbuhan bernama latin Chata Edulis ini diklaim mengandung Chatinone, zat kimia yang bisa diolah menjadi Methylone.

Nama Cathinone sendiri terdaftar dalam lampirannomor 35 dalam UU 35/2009 tentang narkotika dan merupakan zat yang termasuk dalam golongan I atau sejajar dengan Ganja.

Setidaknya terdapat 55 titik di Cisarua yang menjadi perkebunan Ghat. BNN mencatat, sejumlah tempat menjadi lahan subur tumbuhnya tanaman Ghat, yaitu di Kampung Tugu Selatan, Kampung Tugu Utara, semuanya berada di Desa Cibeuruem, Cisarua, Bogor, atau jika ditotal mencapai tiga hektar.

Humas BNN, Sumirat Dwiyanto mengatakan, secara kimiawi, tanaman ini adalah tanaman berbahaya. Efek jangka pendeknya, tanaman ini bisa mengakibatkan sulit tidur dan membuat jantung lebih cepat berdenyut. Dalam jangka panjang, tanaman ini bisa membuat hancurnya gigi.

"Secara kimiawi tanaman ini berbahaya, efek jangka pendek sulit tidur dan mempercepat denyut jantung, sedangkan untuk jangka panjang,gigi akan hancur," jelasnya.