Kamis, 07 Februari 2013

Eva Arnaz

Lahir Eva Yanthi Arnaz

14 Juli 1958

Bukittinggi , Sumatera Barat , Indonesia

Nama panggilan Siti Syarifah

Tahun aktif 1976-1996

Pasangan Kiki Saelan

Barry Prima

Adi Bing Slamet

Dedi Omar Hamdun

Eva Yanthi Arnaz atau yang lebih dikenal dengan Eva Arnaz (lahir di Bukittinggi, Indonesia, 14 Juli 1958; umur 54 tahun) adalah aktris film dan sinetron Indonesia yang terkenal sejak pertengahan 1970-an dan era 80an. Ia mengawali karier sebagai
juara 2 None Jakarta tahun 1976. Ia telah membintangi
lebih dari 50 film dan sempat
membintangi sebuah sinetron
Rosanna produksi Multivision Plus pada tahun 1996. Kehidupan pribadi Eva lahir dari keluarga
pedagang dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Dari keempat pernikahannya sebelumnya
dia tidak pernah mendapat
keturunan, pertama dengan
Kiki Saelan, putra dari Maulwi Saelan (tokoh sepak bola tanah air), kedua dengan Barry Prima, dan ketiga dengan Adi Bing Slamet, ketiganya tidak dikaruniai
seorang anak pun. Usahanya
tidak sempat berhasil karena
hilangnya suami keempatnya,
Dedi Omar Hamdun, sejak
tanggal 29 Mei 1998, dalam rangkaian skandal Penculikan aktivis 1997/1998, tak lama setelah Pemilu 1998.[1] Setelah hilangnya Dedi Omar
Hamdun, Eva kemudian
berganti nama menjadi Siti Syarifah. [2] Kini Eva telah menikah lagi untuk yang
kelima kalinya dengan pria
berdarah Arab dan memiliki
seorang putra pada tahun 2007, Samir Amin.

Bagi para penikmat film 80an,
artis satu ini sangat terkenal
karena peran-perannya di film
komedi maupun di film panas
yang sekaligus menobatkan
dirinya sebagai Ratu`BOM SEKS` di zamannya, seperti Perempuan
Bergairah, Terjebak dalam Dosa
dan beberapa lagi yang booming
waktu itu. Eva Arnaz, mantan finalis none
Jakarta 1976 itu pernah menjadi
idaman para pria di zamannya.
Wajah cantik ditunjang tubuh
indahnya langsung
menjadikannya primadona. Ia telah membintangi lebih dari 50
film dan sempat membintangi
sebuah sinetron Rosanna produksi
Multivision Plus pada tahun 1996. Nama Eva melejit berkat film
Intan Perawan Kubu karena
keberaniannya bertelanjang dada.
Dari situlah Eva mendapat julukan
bintang bom seks. Film-film Eva
berikutnya sebagian besar merupakan film yang penuh
adegan seks atau adegan
kekerasan, seperti Serbuan
Halilintar, Membakar Matahari,
Lima Cewek Jagoan, Gadis Bionik,
Perempuan Bergairah, Kupu-Kupu Beracun, Warok Singo Kobra,
Cewek Jagoan Beraksi Kembali,
Midah Perawan Buronan, Jaka
Sembung, Bergola Ijo, Buah
Terlarang, Terjebak Dalam Dosa,
Montir-Montir Cantik, Gadis di Atas Roda, Pasukan Berani Mati,
dan sebagainya. Selain bermain di beberapa film
panas, ia juga menjadi langganan
untuk film komedi warkop DKI
sampai lebih dari lima judul,
antara lain Manusia 6 Juta Dollar,
Tahu Diri Dong, Pokoknya Beres, Sabar Dulu Dong, Lupa Aturan
Main, Maju Kena Mundur Kena,
Depan Bisa Belakang Bisa, Pintar
Pintar Bodoh dan Atas Boleh
Bawah Boleh. Dalam film-film Warkop ini, Eva
lebih dikenal karena keseksian
tubuhnya yang memang menjadi
salah satu daya tarik film-film
Warkop saat itu. Beberapa penggemar menyebut
Eva sebagai RATU BULU KETIAK
karena di film-filmnya waktu itu
Eva terlihat tidak pernah
mencukur bulu ketiaknya. :-) Saat ini Eva mengaku malu dan
sedih jika mengingat masa
lalunya tersebut, dan
kesibukannya sekarang adalah
ikut dalam sebuah partai politik
yang memperjuangkan hak perempuan.