Selasa, 05 Februari 2013

Tika Zein

Bagi penggemar Pop Sunda masa kini, wajah Tika Zein tentu sudah tidak asing lagi. Sejak tahun 2011, Tika menyeruak jagat Pop Sunda lewat lagu“OEAEO” yang dinyanyikannya bersama Barakatak Group. Lagu karya cipta H. Dose Hudaya SH, SE, MH, yang dibalut aransemen beraroma house music , dan dimuat dalam album kompilasi Pop Sunda “Bentang-Bentang” Jilid II produksi DH Production itu, berhasil mengantarkanTika ke jenjang popularitas.
Jika DH Production, label kondang dari Kota Bandung, merekrut Tika, tentu karena kualitas kepenyanyian yang dimilikinya. “Saya merintis karir nyanyi sejak kelas 3 SMP, dan suka ikutlomba nyanyi,” ungkap putri keluarga Ayi Rukmana dan Titi Rusmiati ini. Jalur yang dipijaknya adalah dangdut. Tika menempa bakat lewat berbagai ajang lomba nyanyi, dan berhasil merenggut sederet prestasi. Dari deretan trofi yang dipajang di rumahnya, nampak bahwa Tika sempat menjadi Juara I “Selendang” (Seleksi Penyanyi Dangdut) TVRI jabar, Juara I “Raja Sawer” Antv, Juara I “Laris Manis” SCTV, Juara I “Cabidut” Lativi, Juara I “Dangdut Mania Dadakan” MNC-TV,Juara I “Tarung Dangdut” MNC-TV, dan Gerbang KDI I (5 Besar Wakil Bandung).
Karir Tika di kancah Pop Sunda terus melaju. Tahun 2012, DH Production kembali menghadirkan Tika dalam album kompilasi “Tembang Bentang Bentang”. Lagu yang didendangkannya bertajuk “Boro-Boro Ngimpi”, dan menjadi salah satulagu favorit pemirsa acara “Bentang Bentang Top Hits” yang ditayangkan di STV (Bandung) dan “Tembang Bentang Bentang ” yang ditayangkandi TVRI Jabar. “Meski pun saya berkecimpung di jalur dangdut, saya menerima tawaran rekaman Pop Sunda dari DH Production, karena melihat kualitas DH Production yang sangat bagus, baik itu lagunya, video klipnya, promonya, dan hal-hal lainnya. Dan menjadi suatu kebanggaan bisa masuk DH Production. Sebelum bergabung dengan DH Production, saya sempat juga punya mini album nasional, berduet dengan rekan dari KDI. Judul albumnya INEK (Indahnya Nempel Kekasih). Genre musiknya house musicdangdut,” papar Tika.
Ada pendapat bahwa dangdut tanpa goyang ibarat sayur tanpa garam, bagaimana tanggapan Tika ? “Sah-sah saja orang mau bilang bahwa dangdut tanpa goyang bagaikan sayur tanpa garam. Tapi tentu goyangnya harus disesuaikan dengan lagu dan tidak berlebihan. Kalau kebanyakan goyang nantinya bagaikan sayur kebanyakan garam, kebayang khan seperti apa rasanya…..hahaha……! Goyang itu hanya bumbu penyedap saja,” jawab Tika yang juga kini melebarkan langkah ke dunia televisi dengan menjadi presenter acara “Studio Dangdut” di PJTV (Bandung). “Alhamdulillah, saya mendapat kepercayaan menjadi presenter. Sambilbelajar, siapa tahu di bidang ini pun saya bisa berkembang,” ucapnya sambil tersenyum.
Surabi dan Soto Bandung
Denyut kemajuan pariwisata di Kota Bandung dan sekitarnya pun dirasakanoleh Tika. “Pariwisata di Kota Bandung berkembang pesat. Buktinya banyak wisatawan berkunjung kesini. Lihat saja kalau weekend. Mereka datang karena banyaknya daya tarik pariwisata yang dimiliki Kota Bandung,seperti tempat-tempat wisata, kuliner,dan juga tentunya tempat-tempat belanja seperti FO,” ucap penyanyi yang mempunyai filosofi hidup “syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah”.
Di mata Tika, Kota Bandung mempunyai kekuatan di bidang wisatakuliner. “Kuliner di Kota Bandung beragam sekali dan sangat khas. Tapi saya sendiri paling suka surabi dan Soto Bandung. Dan saya percaya, dua macam makanan ini termasuk yang disukai oleh para wisatawan yang datang ke Kota Bandung…….hahaha……!,” ucap artis yang suka berfesbuk ria dengan nama akun “Tika Zeins Full”.

Sumber W