Senin, 31 Maret 2014

Dalang Asep SS dalang Serba Bisa

Siapa yang tak mengenal soksok seniman yang satu ini semua pasti mengenalnya tertama khususnya para pecinta seni wayang golek dan warga Jawa Barat khususnya.  Dalang Asep Sunandar Sunarya begitu warga Bandung mengenalnya, diaseorang dalang kahot yang begitu sangatpiawai dalam memainkan goleknya kinia ia telah pulang ke Rahmatullah seniman jawa barat dan pecinta seni wayang golek merasa kehilangan.
Dalang serba bisa Asep Sunandar Sunarya, atau lebih dikenal dengan Asep Sunarya, 58, meninggal dunia akibat serangan jantung. Asep Sunarya—maestro dalang wayang golek—yang akrab dijuluki `si Cepot` meninggal dunia, Senin (31/3), sekitar pukul 14.20 WIB, di Rumah Sakit (RS) Al Ikhsan, Kabupaten Bandung, akibat jantung.
Jajang Rumana, salah seorang asisten almarhum, sebelum dibawa ke RS Al Ikhsan, Asep sempat mengeluhkan rasa sakit di dada dan sesak nafas saat masih berada di rumahnya. “Hasil medis dokter RS Al Ikhsan yang merawatnya, beliau (almarhum) meninggal akibat serangan jantung,” tuturnya.
Sekilas tentang Asep Sunandar Sunarya
Asep Sunandar Sunarya dikenal sebagai dalang wayang golek yang kreatif dan ulet sehingga mampu menjadi dalang legendaris di Tanah Pasundan.
Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jabar, Asep Hudaya, Senin (31/3). Almarhum dikenal ulet, sehingga namanya kian populer. "Sudah sejak lama, almarhum dikenal sebagai legendaris wayang golek," ujar Asep.
`Si Cepot`, demikian julukan Asep Sunandar, meninggal dunia, Senin (31/3), sekitar pukul 14.20 WIB, di Rumah Sakit (RS) Al Ikhsan, Kabupaten Bandung, akibat serangan jantung.
Lelaki, yang dikenal sebagai dalang legendaris, sekaligus maestro wayang golek khas Sunda lahir tanggal 3 September 1955 itu meninggalkan sembilan anak hasil lima kali perkawinannya.
Almarhum rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Kampung dan Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, sekitar 25 kilometer dari Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Sebelum dikenal, Asep sempat meraih juara dalang panilih I Jawa Barat pada 1977, dan 1982. Kemudian, tahun 1985, pria yang yang dikenal humoris itu, menyebet juara umum dalang tingkat Jabar, dan memboyong penghargaan tertinggi Bokor Kencana.
Menurut rekan dekatnya dalang Asep Taruna, sejak kecil Asep sudah berambisi menjadi dalang, Setamat SMP, ia sudah mengikuti pendidikan pedalangan di RRI Bandung. Dan, mendapat sebagai dalang super bakat.
Padahal, lanjutnya, ayahnya merupakan dalang terkemuka, ia sempat berguru pada Cecep Supriadi, dalang asal Karawang. Sehingga dalam mendalang, almarhum selalu menarik perhatian, dan decak kagum penonton dari berbagai kalangan.
"Saya sebagai pengagumnya, sekaligus murid almarhum merasa kehilangan, sekaligus bangga telah mengenal almarhum sejak puluhan tahun," ujar Taruna yang sering tampil bersama almarhum, di antaranya menjadi istri `si Cepot`.
Hal senada diungkapkan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Ganjar Kurnia. "Almarhum merupakan sosok tidak hanya legendaris, almarhum sebagai maestro karena kretivitasnya dalam mengembangkan wayang golek ke kancah internasional," tuturnya.

Mendapat Gelar Profesor di Perancis

Dalang wayang golek kondang Asep Sunandar Sunarya yang meninggal dunia, Senin (31/3), ternyata menyandang gelar profesor di Prancis.
`Si Cepot`, demikian julukan Asep Sunandar, meninggal dunia, Senin (31/3), sekitar pukul 14.20 WIB, di Rumah Sakit (RS) Al Ikhsan, Kabupaten Bandung, akibat serangan jantung.
Lelaki, yang dikenal sebagai dalang legendaris, sekaligus maestro wayang golek khas Sunda lahir tanggal 3 September 1955 itu meninggalkan sembilan anak hasil lima kali perkawinannya.
Almarhum dikenal sebagai dalang handal dan penuh kreativitas, sehingga sering pentas di berbagai negara Asia, Amerika dan Eropa. Bahkan, lelaki yang memiliki nama Sukarna, itu pernah menjadi dosen luar biasa di Institut Internasional De La Marionnete di Charleville, Prancis, sekaligus dianugerahi gelar profesor.
Pencipta `si Cepot' itu merupakan putra ke-7 dari 13 bersaudara keluarga almarhum Abah Sunarya, yang juga dikenal sebagai dalang legendadaris di Tanah Pasundan itu.
Berbeda dengan lainnya almarhun dikenal tekun menyosialisasikan wayang golek inovatif ke beberapa kampus dan hotel berbintang, serta sejumlah televisi. (metronewstv)